TUW8BSOlTpz6GfClBSG9GfWlTd==

Anak Susah Diatur? Ini 4 Cara Mengontrol Tingkah Laku Anak Secara Sehat


Ruang Psikologi - Ilustrasi anak yang enggan mendengarkan orang tuanya. Sumber: Pinterest
Ilustrasi anak yang enggan mendengarkan orang tuanya. (Sumber Foto: Pinterest)

RUANG PSIKOLOGI – Tingkah laku anak di masa pertumbuhan memang terkadang menjengkelkan. Sering kali, mereka enggan mendengarkan apa yang disampaikan oleh orang tua. Dalam posisi ini, mengontrol tingkah laku anak sering dianggap sebagai jalan terakhir untuk meluruskan kesalahannya.

Namun, banyak orang tua tanpa sadar menyalahgunakan kekuatan kontrol ini. Karena merasa berkuasa, ruang gerak anak justru dibatasi. Padahal, melakukan kesalahan adalah bagian dari proses belajar dan eksplorasi anak untuk berkembang.

Sikap terlalu mengekang justru berdampak buruk pada rasa percaya diri anak. Mereka akan merasa selalu salah dan tumbuh menjadi pribadi yang haus validasi. Melalui buku Love Learning, Stephen F. Duncan menjelaskan beberapa cara mengontrol tingkah laku anak secara sehat tanpa merusak mentalnya

Tips Mengoreksi Eksplorasi Anak Menurut Psikologi

1. Berikan Kesempatan Anak untuk Belajar

Pengalaman adalah guru terbaik bagi anak. Biarkan mereka merasakan akibat logis dari perbuatannya di bawah pengawasan yang aman. 

Contohnya, ketika anak ingin ikut memasak di dapur, jangan langsung melarangnya karena takut bahaya api atau pisau. 

Alihkan ke aktivitas yang aman seperti memilah bahan makanan, mengupas bawang, atau mengaduk adonan. Rasa penasaran anak terpenuhi tanpa membahayakan dirinya.

2. Sisihkan Waktu Berkualitas (Quality Time)

Tingkah laku anak yang menjengkelkan atau rewel bisa jadi merupakan kode bahwa mereka sedang mencari perhatian orang tua.

Contohnya, anak sulit tidur saat malam hari meski sudah larut. Membentak atau mengunci anak di kamar justru akan memperburuk emosinya. 

Maka cara yang bisa dilakukanadalah dengan mendekati anak dan ajak berbicara ringan sebelum tidur. Anda juga bisa membacakan dongeng atau membuatkan susu hangat. Alihkan kontrol yang kaku menjadi bentuk perhatian yang menenangkan.

Baca Juga: Sulit Bicara dengan Anak? 6 Resep Rahasia Agar Anak Mendengarkan Orang Tua

3. Alihkan Perhatian dengan Alternatif Kegiatan

Larangan dan kalimat perintah yang bersifat verbal sering kali belum bisa diproses secara matang oleh otak anak. Orang tua perlu memberikan alternatif kegiatan agar energi anak tetap tersalurkan secara positif.

Contohnya, anak berlari-lari di dalam rumah saat lantai sedang dipel dan licin. Meneriakinya sering kali tidak efektif.

Tips yang dapat dilakukan yakni dengan memberikan alternatif aktivitas yang menuntut mereka duduk tenang, seperti menyusun puzzle, menggambar, atau bermain figur mainan.

4. Menjadi Orang Tua yang Sabar dan Adaptif

Mengasuh anak adalah proses eksperimen yang penuh dengan kegagalan. Seiring bertambahnya usia anak, metode mendidik yang digunakan pun harus ikut berubah dan beradaptasi. Bersabar dan tidak terburu-buru menghakimi kesalahan anak adalah kunci utama dalam komunikasi positif ini.

Kesimpulan

Kontrol dan koreksi dari orang tua memang mutlak diperlukan dalam pengasuhan. Namun, batasan yang sehat harus tetap dijaga. Jika situasi memang menuntut Anda untuk bersikap tegas demi keselamatan anak, lakukanlah dengan terukur tanpa menghancurkan rasa percaya diri mereka.

***


Artikel ini ditulis oleh: Sandrian Rachman (Content Writer of Ruang Psikologi Indonesia)   

Editor: Ama Afifah  

Referensi: Duncan, S. F. (2016). Love Learning: A New Approach to Parenting.  

Tentang Kami:  

Ruang Psikologi Indonesia adalah platform edukasi psikologi lintas disiplin di bawah naungan Yayasan Gempita yang menghubungkan ilmu, refleksi diri, dan kolaborasi. Kami percaya bahwa psikologi harus inklusif dan menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat. Mari terus belajar, berkembang, dan berkolaborasi bersama kami di Instagram @ruangpsikologi.idn

0 Comments

Contact Us

contact Gempita

Connect with the GEMPITA Foundation to jointly realize concrete actions in the social, humanitarian, and religious fields for communities in need.

Gempita Form

Popup Image